Selasa, 10 Februari 2015

Tari Lilin


 TARI LILIN

Disusun oleh :
Kelompok 1 X-MIA 1
1. Aflicha Meyzy                             (02)
2. Ahmad Ali Azhary                       (03)
3. Franscisca Oktavia Dewi            (17)
   4. Wyllhans Ruwangga                   (30)




Pengertian:
 Tarian Lilin merupakan sebuah tarian yang dipersembahkan oleh sekumpulan penari dengan diiringi sekumpulan pemusik.
 Tarian lilin merupakan sejenis kesenian Istana dan ditarikan pada waktu malam bagi menimbulkan nyalaan lilin tersebut. Ini karena tari lilin memerlukan penarinya giat berlatih agar dapat mengawal pergerakan dengan lilin yang menyala tanpa kemalangan.

Asal –usul:
Asal usul Tarian Lilin dipercayai berasal dari Sumatera. Kononnya seorang gadis telah ditinggalkan oleh tunangannya yang pergi berdagang mencari harta. Semasa peninggalan tunangnya itu gadis telah kehilangan cincin pertunangan. Gadis tersebut mencari-cari cincin hingga larut malam dengan menggunakan lilin yang diletakkan pada piring. Gerakan badan yang meliuk, membongkok, mengadah (berdoa) melahirkan keindahan sehingga peristiwa ini telah melahirkan Tarian Lilin di kalangan gadis-gadis kampung itu.

Tata Busana:
Tata busana yang merupakan penunjang, dan penambah keindahan suatu tarian sangat terlihat dalam tari Lilin sehingga tari ini tampak lebih megah, semegah kejayaan kerajaan Sriwijaya tempo dulu. Busana yang dipergunakan adalah Pakaian Gede atau Hiasan Gede (pakaian khas Palembang yang biasanya dipakai untuk pakaian pengantin wanita di Palembang), Hiasan Gede dipakai oleh penari inti, sedangkan penari yang lainnya menggunakan Hiasan Dodot atau Selendang Mantri. Makna kostumnya lebih menekankan kepada kejayaan zaman Hindu Budha pada Zaman kerajaan Sriwijaya yang kuat dipengaruhi kebudayaan Cina, terutama pada hiasan kepala, dada, dan tangan.

 Gerakan Tari Lilin:
 Pada setiap belah  tangan penari membawa lilin yng dinyalakan. Penari akan menarikan tarian secara berkumpulan dengan memusingkan piring yang mempunyai lilin yang menyala secara berhati-hati agar piring tersebut sentiasa mendatar, dan lilin tidak terpadam. Gerakan badan yang meliuk, membongkok, mengadah (berdoa) melahirkan keindahan


Makna :
Tari Lilin dapat dipandang sebagai lambang, jika dilihat melalui gerak, pola lantai tari Lilin , dan kostum mengandung arti simbol-simbol tertentu yang menyimpan nilai-nilai masa lalu (Primodial) Hindu.

Gambar Tari Lilin :
 



  





Sumber :
http://ms.wikipedia.org/wiki/Tarian_Lilin
http://lelychusna.blogspot.com/2011/04/tari-lilin.html
http://budayaindo.com/fungsi-tari-lilin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar